June 07, 2010

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2010 Warga Perumnas Jatihurip gelar Opsih Massal



RATUSAN warga Perumnas Jatihurip, Desa Jatihurip, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Jabar, bahu membahu membersihkan lingkungan, khususnya di Jalan Protokol, Minggu (6/6) kemarin. Kegiatan Opsih massal dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2010 ini dipimpin Kades Deden Wahidin dan Ketua Panitia Perbaikan Jalan Desa jatihurip Ir Ferdi Fadilah.
Yang menarik, kegiatan Opsih missal tersebut diikuti pula para pejabat di antaranya Camat Cimalaka Agus Suherman; Camat Ganeas Ate; dan Camat Sumedang Selatan Yanto Gunadi, karena mereka termasuk di lingkungan Perumnas Jatihurip.
Ferdi Padilah, Ketua Perbaikan Jalan Desa Jatihurip, menyebutkan kegiatan tersebut dilaksanakan sesuai agenda Desa Jatihurip di antaranya dalam rangka hari Lingkungan Hidup Sedunia 2010. “Momentum yang sangat tepat, karena memang diperlukan kebersamaan dalam pemeliharaan kebersihan,” katanya.
Menurut Ferdi, kegiatan Opsih massal difokuskan di jalan protokol, mengingat kondisinya selama ini kurang mendapat pemeliharaan dari pihak Perumnas. Karenanya, berdasarkan hasil pertemuan di balai desa yang menghadirkan para tokoh masyarakat disepakati bersama untuk melaksanakan Opsih massal tersebut.
“Alhamdulillah hasilnya bisa dilihat, dan ternyata pada akhirnya bukan hanya di seputar jalan protokol, melainkan di setiap lingkungan RW pun terjadi perubahan. Mudah-mudahan saja momentum Hari Lingkungan Hidup ini bisa memotivasi warga untuk mencintai lingkungan,” ungkapnya.
Berbicara tentang kondisi jalan di lingkungan Perumnas Jatihurip, Ferdi menilai saat ini kondisinya sangat memprihatinkan terutama jalur yang dilintasi Angkot 052. “Kondisinya sangat parah, sementara tahun ini tidak mendapat jatah perbaikan apalagi peningkatan. Lihat saja, kondisinya sangat membahayakan bagi keselamatan warga,” ungkapnya.
Dari keprihatinan itulah, disepakati pula dibuatnya kepanitiaan untuk memperbaiki jalan protocol di lingkungan Perumnas Jatihurip. “Memang, kami mendengar bahwa data otentik bukti serahterima dari Perumnas kepada Penmda sudah ada sehingga bisa berubah status menjadi jalan kabupaten,” kata Ferdi.
Hanya saja, sampai sejauh ini belum diketahui adanya penetapan perubahan status jalan, sementara kondisi eksisting jalan sangat mendesak diperlukan perbaikan. “Karenanya, untuk mempercepat perbaikan, dibuatkan kepantiaan yang Insya Allah diperbaiki secara swadaya,” paparnya.
Kecuali itu, Ferdi berharap adanya bantuan dari berbagai pihak, mengingat perbaikan jalan protokol tadi direncanakan akan memakan biaya ak kurang dari Rp 170 juta, yang diperkirakan tidak akan bisa terealisasi dari swadaya masyarakat dalam waktu dekat ini. “Sehingga diperlukan upaya ke luar mudah-mudahan berhasil,” tambah Ferdi.***


Bookmark and Share Share/Save/Bookmark

0 comments: