MUSYAWARAH Cabang (Muscab) Banteng Muda Indonesia (BMI) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (27/7), ditandai dengan renungan dan pemasangan pita hitam mengenang misteri berdarah 27 Juli 1996, serta kegiatan Operasi Bersih (Opsih) dimulai dari Alun-Alun hingga Graha Insun Medal (GIM) tempat dilaksanakannya Muscab BMI 2010.
Meski Bupati H Don Murdono alpa membuka resmi Muscab BMI Kabupaten Sumedang 2010, agenda Muscab di antaranya yang paling difavoritkan yakni pemilihan pengurus untuk periode 2010-2015, Asep Roni Hidayat, sukses terpilih sebagai Ketua BMI Cabang Sumedang menggantikan kepemimpinan terdahulu, Ola Maulana Lubis.
Kepengurusan lengkap BMI Cabang Sumedang hasil Muscab 2010 masing-masing, Asep Roni Hidayat (Ketua); Agus Nurman, Ige Karyana, Anton Supriatna, Melki, Yusuf Bayu Aji, Adang kartiwa, Aep Sukmayana, Nana, Suhenda (Wakil Ketua I-IX). Sekretaris diduduki Syahrir Shidiq; Wirid Galih (Sekretaris I); Metty (Sekretaris II); Nurdin Saepudin (Bendahara); dan Devi (Wakil Bendahara).
Hadir saat pembukaan Muscab BMI 2010 tersebut di antaranya Kurniawan, perwakilan pengurus BMI Jawa Barat, beberapa pejabat Pemkab Sumedang, para tokoh OKP di antaranya Yogie Yaman Sentosa dan Ilmawan Muhammad.
Yang menarik, hadirnya saksi sejarah Misteri Berdarah Kasus 27 Juli 1996 yakni, Tatang Tengki, mantan Anggota Satgas DPD PDIP Jawa Barat. Pembawa acara Krisna Supriatna, secara spontan memberikan kesempatan kepada mantan Anggota DPRD Sumedang ini untuk menyampaikan sekilas pengalaman saat terjadinya Kasus 27 Juli 1996, yang hingga kini masih menjadi misteri.
Selain itu, sambutan Ketua DPC PDIP H Don Murdono justru dilimpahkan kepada Sekretaris DPC PDIP Dadang Kusna Effedi, sebab kehadiran Don Murdono saat itu dalam kapasitas sebagai Bupati Sumedang. Tak heran, jika Dadang yang juga Ketua DPD KNPI ini tampak rikuh saat beripdato di atas podium.
Menurut Don, kehadiran BMI diharapkan selain akan mampu membesarkan lembaga partai juga bisa menjadi perekat persatuan di antara sesame kaum muda, dan yang paling penting adalah mampu berperan di tengah-tengah masyarakat.
Karenanya, keteladanan dari para anggota BMI dinilai perlu dikedepankan, sebab BMI bisa menjadi kawah candradimuka atau pelatihan kepemimpinan bagi kader muda yang akan menjadi pemimpin di masa mendatang.
Tak perlu dipungkiri, melalui wadah OKP, seseorang bisa menjadi matang karena pengalamannya berorganisasi, sehingga bisa memuluskan jalan di antaranya menuju gedung DPRD atau DPR-RI.
Kecuali itu, Don meminta kepada segenap OKP dan khususnya BMI, untuk mempersembahkan karya nyata di tengah-tengah masyarakat. Di antaranya, lanjut Bupati, melakukan penghijauan guna memperbaiki lingkungan yang tak lagi hijau.*** 
July 27, 2010
Muscab BMI Cabang Sumedang 2010 Ditandai Renungan 22 Juli dan Opsih
Labels:
banteng muda indonesia,
bupati sumedang,
don murdono,
muscab bmi,
pdip
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






0 comments:
Post a Comment