
JIKA Wakil Bupati Sumedang Taufiq Gunawansyah hendak “menjual” Sumedang, tampak cukup beralasan. Pasalnya, jika sedikit saja berpaling setelah Jalan Tol Cisumdawu maupun Proyek Waduk Jatigede terbangun , maka Kota Tahu ini dipastikan akan menjadi kota yang mati.
Akibatnya, Pemkab maupun masyarakat Sumedang di Jawa Barat ini hanya akan menjadi penonton tanpa bisa menikmati perkembangan pembangunan di daerahnya sendiri. Tak heran, bila Opik – panggilan Wakil Bupati Sumedang – segera memasang kuda-kuda guna menghadapi dampak pembangunan tersebut.
Wabup Opik didampingi Kepala BPMPP H Ramdan R Dedy dan Kabag Humas Setda Tono Martono Setiawan kepada wartawan belum lama ini, mengakui pihaknya cukup tertantang dalam menghadapi masa transisi yakni menjelang usainya pembangunan Jalan Tol Cisumdawu maupun Proyek Waduk Jatigede.
Menurut Opik, segenap jajaran pemerintahan daerah maupun masyarakat tak seyogyanya tak tinggal diam dalam menghadapi masa transisi tersebut. Karenanya, saat inilah dinilai menjadi waktu yang tepat untuk segera beraksi dengan cara “menjual” Sumedang melalui kehadiran para investor.
“Kalau kita berdiam diri tak melakukan apa yang seharusnya dilakukan dalam menghadapi masa transisi ini, jangan harap masyarakat Sumedang bisa menikmati hasil pembangunan. Bahkan sebaliknya, kita semua hanya akan menjadi penonton dan keinginan memajukan Sumedang hanya akan menjadi impian belaka,” kata Opik.
Itulah sebabnya, Bupati Sumedang H Don Murdono bersama Wabup Taufiq Gunawansyah dan jajaran Pemkab Sumedang, kini telah menyiapkan konsep pembangunan untuk segera diimplementasikan. Salah satunya adalah bidang investasi yang bermuara pada kemajuan dunia kepariwisataan.
“Konsep sudah kita siapkan, dan konsep ini harus segera dilaksanakan saat ini juga. Persoalannya, kita memerlukan promosi yang gencar untuk ‘menjual’ Sumedang kepada para investor dan menarik wisatawan ke pusat-pusat pariwisata yang kita miliki,” tandasnya.
Peluang Investasi
Wakil Bupati Taufiq Gunawansyah menjelaskan, belanja pembangunan dengan hanya mengandalkan APBD setiap tahunnya dinilai sangat minim rata-rata sekitar 12 persen. Namun pihaknya optimis jika peluang investasi yang dimiliki Sumedang “dijual” kepada investor, pembangunan bisa berjalan dan kesejahteraan masyarakat bisa meningkat.
Prospek investasi seiring dengan rencana pembangunan Jalan Tol Cisumdawu dan pembangunan Proyek Waduk Jatigede yang akan tuntas pada 2012 mendatang, dibagi ke dalam beberapa “Tol Gate” dan diyakini merupakan zona investasi yang sangat prospektif.
Opik menyebutkan, “Tol Gate” Cileunyi/Jatinangor; “Tol Gate” Tanjungsari/Rancakalong; “Tol Gate” Sumedang Kota; “Tol Gate” Cimalaka; “Tol Gate” Legok; “Tol Gate” Ujungjaya; dan “Tol Gate” Kawasan Jatigede.
Adapun sasaran pokok investasi yakni bidang industri yang bisa mendorong pembangunan bidang kepariwisataan sebagai target tumbuhnya investasi di daerah. “Nah, yang kita perlukan sekarang ini adalah upaya ‘menjual’ peluang investasi ini ke dunia luar melalui promosi yang gencar,” tegas Opik.
October 10, 2010
Sumedang dalam Masa Transisi & Kekayaan Potensi Bisnis Tersedia Tujuh “Tol Gate” siap “Dijual” kepada Investor
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






0 comments:
Post a Comment